All Office Converter Platinum 6.5

Posted by Unknown Saturday, December 8, 2012 0 comments
All Office Converter Platinum 6.5 adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk meng-convert semua tipe / jenis file microsoft office  ke bentuk pdf. Di sini saya sediakan  link downloadnya. Free Download All Office Converter Platinum 6.5.

[download]

Baca Selengkapnya ....

Download OST Sword Art Online

Posted by Unknown 0 comments
Sword Art Online adalah anime baru yang dirilis,, namun penggemarnya sudah banyak sekali ( termasuk saya). Bagi yang pengen download OST (Original Soundtracknya) bisa didownload lewat link di bawah ini

1. Innocence [download]

2. Crossing Field [download]

Baca Selengkapnya ....

Permintaan Elastis dan Inelastis (Tidak Elastis) dari segi harga

Posted by Unknown Sunday, October 7, 2012 0 comments
Postingan saya kali ini adalah tentang Ilmu Ekonomi, yaitu tentang Elastisitas Permintaan dari segi harga
Materi ini saya susun karena kebetulan ada tugas tentang judul tersebut. So, langsung aja didownload filenya. Semoga artikelnnya bermanfaat

Download File

Baca Selengkapnya ....

Bus Rapid Transit (BRT) / Busway

Posted by Unknown Tuesday, October 2, 2012 1 comments

Bus Rapid Transit (BRT) adalah istilah yang digunakan untuk berbagai sistem transportasi umum yang menggunakan bus untuk menyediakan layanan yang lebih cepat dan lebih efisien daripada jalur bus biasa. BRT merupakan sebuah sistem transportasi pada jalur khusus yang diperuntukan bagi bus, sehingga dapat diperoleh efisiensi yang tinggi. Bus ini memiliki pelayanan yang kualitasnya lebih baik dibandingkan pelayanan bus yang lain. Setiap sistem BRT pasti menggunakan sistem pengembangan yang berbeda, walaupun pengembangannya terkait dengan sistem BRT yang lain. Hasil dari pengembangan sistem tersebut mendekati sistem rail transit yang mana mempertahankan keamanan dan tarif bus. Negara yang memakai BRT ada di Amerika Utara, di Eropa dan Australia dinamai busway dan nama tersebut juga dipakai di Indonesia, sedangkan di negara lain disebut quality bus atau servis bus.
Bus Rapid Transit memakai sebagian nama dari rapid transit yang mendeskripsikan transportasi rel berkapasitas tinggi atau bisa disebut right-of-way. Kereta rapid transit memakai terowongan bawah tanah, model kereta  ini berbadan panjang dalam jalur pendek dan relatif cepat. Kecepatan dari bus rapid transit tidak mengikutsertakan kecepatan dari bus-bus BRT. Kecepatan transit dari sistem BRT rata-rata dari 19-48 km/jam dimana mengkomparasikan dengan permukaan jalan.


Fitur yang umum digunakan bus rapid transit antara lain :
·            Jalur khusus bus, jalur khusus (atau jalur ekslusif) right-of-way: merupakan jalur khusus dimana jalur tersebut bebas dari jangkauan kendaraan pribadi. Hal ini menyebabkan bus dioperasikan di level kualitas tinggi dan hanya pengendara bis profesional yang mengoperasikan busway. Manfaatnya adalah bisa menurunkan biaya konstruksinya sejak busway dicanangkan untuk memasuki zona aman bila dibandingkan dengan jalan yang dibuka untuk pengemudi non profesional.
o     Terdiri dari jalur yang bisa dielevasikan, dalam permukaan aspal, jalur sebelah kanan bisa dimodifikasi rel right-of-way.
o     Sebuah jalan bus atau street mall bisa dibuat di tempat urban dengan mendedikasikan semua jalur dari jalan kota untuk digunakan ekslusif untuk bus.
o     Elemen infrastruktur rendah bisa mengurangi kecepatan dan kendala servis bus termasuk bus yang keluar jalur, bus melanggar peraturan dan bus yang kecepatannya terlalu tinggi.

·           Jalur komprehensif: BRT bisa mengambil bagian dari jalan-jalan di setiap kota dan mempunyai jaringan jalan untuk mobil pribadi. Hal ini bisa membuat waktu menjadi lebih efisien dan cepat dibandingkan sistem bus biasa yang memakan waktu lebih lama.
·           Melayani market tertentu dengan frekuensi pelayanan tinggi setiap hari: jaringan BRT bisa melayani market tertentu (semua penumpang) dengan mengangkut penumpang dari sebuah tempat menuju tujuan mereka dalam jumlah besar dan waktu yang lebih cepat yang dapat meningkatkan  apresiasi masyarakat. Dibandingkan dengan sistem transit yang lain sistem ini bisa berjalan dengan baik.
·           Jalur bus: Setiap jalur bus pasti ada rambu tertentu. Bila lampu hijau di persimpangan yang memiliki sinyal pasti akan mendeteksi bila dilewati bus. Prioritas persimpangan seharusnya bisa dioptimalkan dan bisa membantu saat pertemuan antara jalur bus dan jalan, karena lalu lintas bisa kacau di antara bus dan kendaraan lain.
·           Gambar tertentu dengan nama perusahaan: (Viva, TransMillenio, TransJakarta dan lain sebagainya) dan stasiun yang spesifik dengan fitur seni dari negara-negara yang menggunakan BRT.

·           Koleksi penumpang off-bus: Koleksi on board konvensional tanpa penumpang bisa menurunkan proses boarding, biasanya bila ada penumpang yang tujuannya atau kelas penumpangnya. Alternatif lain adalah bila penumpang masuk lewat stasiun bis yang tidak ditutup atau area shelter sebelum kedatangan bus. Sistem ini mencegah penumpang berdiri di semua pintu pemberhentian bus.

·           Lantai Boarding: Banyak sistem BRT yang menggunakan sistem low-floor (atau sistem high-floor bila bus yang digunakan adalah high-floor bus) untuk mempermudah penumpang masuk bus.

·           Halte: BRT berkualitas tinggi bisa membuat haltenya menjadi berkualitas tinggi dan menghadirkan fitur yang berkualitas tinggi pula seperti pintu geser yang terbuat dari kaca, konter tiket yang dijaga dan tempat informasi, dan masih banyak fitur lainnya.
Sarana dan Prasarana
Tempat pemberhentian bus (Shelter)
1.        Untuk mempercepat proses naik turunnya penumpang langkah yang dilakukan adalah dengan menyamakan tinggi lantai shelter dengan lantai bus
2.        Jumlah pintu bus yang banyak, untuk itu di Mexico city digunakan tiga buah pintu
3.        Akses ketempat perhentian yang sedemikian rupa sehingga memudahkan penderita cacat fisik untuk naik dan turun BRT
4.        Tempat penjualan tiket
5.        Bila jumlah rute yang melalui tempat perhentian lebih dari satu maka sebaiknya dipisahkan tempat naik turun bus menurut rute yang dilalui.

Prasarana Jalan khusus bus
1.        Daya dukung prasarana yang digunakan harus mampu untuk menampung bus yang penuh dengan penumpang, dan bisa mencapai lebih dari 10 ton per
2.        Lebar lajur sekurang-kurangnya 3 meter dan disarankankan paling tidak 3,5 m.
3.        Jarak antar tempat perhentian sekitar 500 m dipusat kota dan 1.000 m dipinggir kota
4.        Jumlah lajur disesuaikan dengan sistem pelayanan, bila ada pelayanan dengan jumlah berhenti terbatas (express) pada tempat perhentian diberikan 2 buah lajur untuk menyalib bus yang sedang menurunkan dan menaikkan penumpang.

Sarana jalan khusus bus
Bus yang digunakan perlu disesuaikan dengan permintaan (demand)
1.        Untuk demand kecil disarankan untuk menggunakan bus besar biasa dengan panjang 10 sampai 10 m
2.        Untuk demand sedang digunakan bus tempel (articulated bus) dengan panjang 17,5 m
3.        Untuk demand besar digunakan bis tempel ganda (biarticulated bus) dengan panjang 24 m
4.        Langkah yang bisa dilakukan lagi untuk meningkatkan kapasitas angkut adalah dengan menggunakan bus dengan lebar 3 m
Sistem Tiket
Pengumpulan pendapatan/tiketing dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut:
1.        Di tempat perhentian bus yang dilengkapi dengan loket yang melakukan penjualan tiket seperti dilakukan pada bus TransJakarta ataupun melalui dispenser/tiket otomatis untuk mengurangi peran manusia.
2.        Diatas bus dengan menggunakan kartu prabayar. Kartu prabayar modern biasanya merupakan kartu yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, kartu bisa diisi ulang melalui toko/warung retail ataupun melalui perbankan.

Baca Selengkapnya ....

WHO : Virus Baru mirip Sars Tidak Mudah Menular

Posted by Unknown Sunday, September 30, 2012 0 comments
Sebuah penyakit pernafasan baru  dari Family yang sama seperti virus Sars, tampaknya tidak menyebar dengan mudah, menurut para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Seorang pria Qatar, 49, yang terserang virus tersebut sedang dirawat di London. Orang pertama yang diketahui mengidap penyakit itu itu, di Arab Saudi, meninggal dunia.
WHO mengatakan bahwa munculnya virus baru "tidak dapat dengan mudah menular dari orang ke orang."
Virus SARS, yang muncul di Cina pada tahun 2002, menewaskan ratusan orang.
Kedua SARS (severe acute respiratory syndrome) dan, virus baru yang belum dinamai - serta virus flu biasa - tergolong family coronavirus.
Tapi virus baru ini berbeda dari setiap coronaviruse sebelumnya yang diidentifikasi pada manusia.
Kedua pasien diketahui telah memiliki riwayat virus gagal ginjal.

Zoonosik
WHO mengatakan akan terus memantau situasi ini tapi tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan apapun untuk Arab Saudi atau Qatar.
Namun WHO mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang Saudi di awal bulan haji yang akan datang, ziarah muslim tahunan ke Mekkah.
WHO juga mengumumkan tes diagnostik sedang dikembangkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia secepat mungkin.
Pusat Eropa untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (ECDC), yang memantau penyakit di Uni Eropa, mengatakan temuan awal menunjukkan virus mungkin berasal dari hewan - penyakit yang dikenal sebagai zoonosis.
Seperti ditulis dalam jurnal Eurosurveillance, mereka mengatakan: "Hal ini sangat mungkin asal zoonosis dan perbedaan dalam perilaku Sars."



Baca Selengkapnya ....

Download E-book Gratis

Posted by Unknown Friday, September 28, 2012 0 comments
Assalamu'alaikum. wr. wb. kali ini saya akan berbagi e-book gratis . Silakan langsung download dari link di bawah ini. Semoga bermanfaat.
Bulughul Maram
Hadits Arba'in

Baca Selengkapnya ....

Sejarah Bahasa Indonesia

Posted by Unknown 0 comments

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa kita, bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia sendiri merupakan salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, pada tanggal 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari ragam bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan diucapkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa utama bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa utama. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) maupun mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa utamanya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Masa lalu sebagai bahasa Melayu
Bahasa Indonesia adalah ragam bahasa Melayu, yaitu sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern.
Aksara pertama dalam bahasa Melayu atau Jawi yang ditemukan di pesisir tenggara Pulau Sumatera, mengindikasikan bahwa bahasa ini menyebar ke berbagai tempat di Nusantara dari wilayah ini, berkat penggunaannya oleh Kerajaan Sriwijaya yang menguasai jalur perdagangan. Istilah Melayu atau sebutan bagi wilayahnya sebagai Malaya sendiri berasal dari Kerajaan Malayu yang bertempat di Batang Hari, Jambi, dimana diketahui bahasa Melayu yang digunakan di Jambi menggunakan dialek "o" sedangkan dikemudian hari bahasa dan dialek Melayu berkembang secara luas dan menjadi beragam.
Istilah Melayu atau Malayu berasal dari Kerajaan Malayu, sebuah kerajaan Hindu-Budha pada abad ke-7 di hulu sungai Batanghari, Jambi di pulau Sumatera, jadi secara geografis semula hanya mengacu kepada wilayah kerajaan tersebut yang merupakan sebagian dari wilayah pulau Sumatera. Dalam perkembangannya pemakaian istilah Melayu mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari wilayah Kerajaan Malayu tersebut, mencakup negeri-negeri di pulau Sumatera sehingga pulau tersebut disebut juga Bumi Melayu seperti disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama.
Ibukota Kerajaan Melayu semakin mundur ke pedalaman karena serangan Sriwijaya dan masyarakatnya keluar Bumi Melayu, belakangan masyarakat pendukungnya yang mundur ke pedalaman bercampur ke dalam masyarakat Minangkabau menjadi klan Malayu (suku Melayu Minangkabau) yang merupakan salah satu marga di Sumatera Barat. Sriwijaya berpengaruh luas hingga ke Filipina membawa penyebaran Bahasa Melayu semakin meluas, tampak dalam prasasti Keping Tembaga Laguna.
Dalam perkembangannya, orang Melayu bermigrasi ke Semenanjung Malaysia dan lebih banyak lagi pada masa perkembangan kerajaan-kerajaan Islam yang pusatnya adalah Kesultanan Malaka, istilah Melayu bergeser kepada Semenanjung Malaka yang akhirnya disebut Semenanjung Melayu atau Tanah Melayu. Tetapi nyatalah bahwa istilah Melayu itui berasal dari Indonesia.
Kesultanan Malaka dimusnahkan oleh Portugis tahun 1512 sehingga penduduknya diungsikan sampai ke kawasan timur kepulauan Nusantara. Bahasa Melayu Purba sendiri diduga berasal dari pulau Kalimantan, jadi diduga pemakai bahasa Melayu ini bukan penduduk asli Sumatera tetapi dari pulau Kalimantan. Suku Dayak yang diduga memiliki hubungan dengan suku Melayu kuno di Sumatera misalnya Dayak Salako, Dayak Kanayatn (Kendayan), dan Dayak Iban yang semuanya berlogat "a" seperti bahasa Melayu Baku.
Penduduk asli Sumatera sebelum kedatangan pemakai bahasa Melayu tersebut adalah nenek moyang suku Nias dan suku Mentawai. Dalam perkembangannya istilah Melayu kemudian mengalami perluasan makna, sehingga muncul istilah Kepulauan Melayu untuk menamakan kepulauan Nusantara.
Secara sudut pandang historis juga dipakai sebagai nama bangsa yang menjadi nenek moyang penduduk kepulauan Nusantara, yang dikenal sebagai rumpun Indo-Melayu terdiri Proto Melayu (Melayu Tua/Melayu Polinesia) dan Deutero Melayu (Melayu Muda). Setelah mengalami kurun masa yang panjang sampai dengan kedatangan dan perkembangannya agama Islam, suku Melayu sebagai etnik mengalami penyempitan makna menjadi sebuah etnoreligius (Muslim).
Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuno) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuno yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa dan Pulau Luzon. Kata-kata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dan kaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi.
Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya nanti disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan disekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya. Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata serapan dari bahasa Arab dan bahasa Persia, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi seperti anggur, cambuk, dewan, saudagar, tamasya, dan tembakau masuk pada periode ini. Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang.
Kedatangan pedagang Portugis, diikuti oleh Belanda, Spanyol, dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu. Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari, seperti gereja, sepatu, sabun, meja, bola, bolu, dan jendela. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi, kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran), dan teknologi hingga awal abad ke-20. Kata-kata seperti asbak, polisi, kulkas, knalpot, dan stempel adalah serapan dari bahasa ini.
Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu, akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. Sudah dapat diduga, kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari, seperti pisau, tauge, tahu, loteng, teko, tauke, dan cukong.
Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur". Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal. Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugisbahasa Tionghoa, maupun bahasa setempat. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin. Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa.
Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged, sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional pada masa itu, karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas.
Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca, tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga.
            Dari uraian mengenai sejarah Indonesia di atas, dapat diketahui beberapa garis besar mengenai perkembangan bahasa Indonesia dari awal mulanya. Kita akan dapat menganalisa dari berbagai sudut pandang faktor-faktor apa saja yang ikut berpengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia.
            Menurut perkembangannya, bahasa Indonesia merupakan transformasi dari ragam bahasa Melayu yang telah mengalami berbagai proses yang meliputi penyerapan dari bahasa lain maupun pencampuran bahasa dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum disahkan dan disempurnakan menjadi bahasa resmi bangsa Indonesia melalui konstitusi.
            Perkembangan bahasa Indonesia sendiri tidak luput dari berbagai faktor yang turut mempengaruhi terciptanya bahasa Indonesia, baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Faktor yang dominan mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia misalnya dari segi Budaya, Agama, serta kolonialisme. Faktor dari dalam bisa seperti penyempurnaan bahasa Indonesia itu sendiri oleh pemakainya.

Baca Selengkapnya ....
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of news and knowledge.